Berjuanglah
Berjuanglah Para Seniman
Teronk
Kata itu yang aku ucapkan dari lubuk hatiku yang terdalam, ku persembahkan untuk komunitas teater kecil di kabupaten Jombang. Karena setelah hampir 1 tahun aku tk menyentuh blog ini, banyak sekali hal yang membuat aku tersenyum, seperti Komunitas Teater Mbureng IKAHA Tebuireng yang mengadakan pentas mandiri tiga kali (Sebuah Pojok pada 20 februari 2009, Sebuah Pojok 2 pada 10 april 2009 dan Karya Mati pada 18 desember 2009) dengan beberapa variasi seperti Musikalisasi Puisi, Musik Kontemporer, Monolog atau Monoplay. Pada bulan desember pula kami kejatuhan bulan dapat mengikuti BAFF 2009 (Batu Festival Film) film indie dan sekaligus memboyong juara 3 penyaji terbaik pada 5 desember 2009. Ditambah lagi salah satu warga menjadi pemain “13 Pagi” pentas perkenalan (keliling Jatim) oleh Komunitas Kopi Hitam Indonesia. Selamat Aku Ucapkan.
Tak cukup itu, kedatangan Teater Mandiri yang di pimpin Putu Wijaya pada Roud Show Kegagahan Burung Merak yang mampir ke Jombang dengan mengusung tema memperingati 100 hari wafatnya WS. Rendra. yang mana itu membawa angin segar bagi para insan seni di daerah ini. Dan masih banyak lagi kegiatan teater dan seni yang mana berjuang untuk tetap melestarikan budaya bangsa yang mulai punah dan hampir habis peminatnya kecuali warga asing. Ironis memang, kenapa kita pewaris budaya malah seneng dengan budaya luar, hampir semua daerah dan negara mengacu pada Barat yang kurang baik dan memang tidak baik. Mari kita berjuang, menikmati, mencintai, bersetubuh dengan seni, karena itu kitab ketiga dari Al-Qur’an dan Hadits. Teruslah berjuang tanpa kenal lelah. Semoga bermanfaat. Amin.